Nasib Penata Rias dan Usaha Salon Saat Corona

Gambar Gravatar
Sabtu, 30 Mei 2020, 1: 31 am-Bisnis

ZONATIMES.COM, Sinjai – Wabah virus corona atau Covid-19 menyebabkan banyak sektor usaha mengalami penurunan pendapatan. Di antaranya jasa make-up untuk resepsi pernikahan atau wedding.

Sejak dikeluarkannya maklumat Polri dalam meniadakan sementara acara resepsi pernikahan ternyata sangat berdampak bagi pengusaha makeup artis (MUA) atau penata rias pengantin.

Hal itu terjadi karena banyak acara yang mengundang kehadiran banyak orang, seperti resepsi pernikahan dan lainnya dibatalkan. Secara otomatis, orderan jasa make-up juga batal.

Salah satu yang terkena imbas itu adalah Nisba Ridwan, salah seorang penata rias yang cukup populer yang ada di Kota Sinjai.

Nisba Ridwan, mengataakn bahwa sejak adanya pandemi virus corona, usaha yang sudah dilaksanakan betahun -tahun itu tidak jalan sama sekali.

Bahkan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarganya selama pandemi corona ini ia tidak menerima orderan make-up.

Ia menceritakan pada saat sebelum adanya virus corona, hampir tiap hari menerima orderan baik itu dalam acara pengantin, wisuda maupun acara lainnya.

“Sejak adanya covid-19, untuk sementara kami tidak menerima orderan demi keselamatan keluarga. Di Bulan April sebenarnya ada sekitar 19 orderan yang tertunda akibat adanya covid-19,” katanya, Jumat (29/5/2020)

Selama masa covid-19 ini Nisba tidak memiliki aktivitas lain. Ia lebih banyak tinggal di rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Iapun mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah agar lebuh banyak tinggal dirumah, rajin cuci tangan, pakai masker bila keluar rumah dan menjaga jarak utnuk mecegah penularan covid-19 ini.

“Ayo kita bantu pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona dengan mematuhi protokol kesehatan dan kita berharap agar wabah ini segera berakhir, ” ucapnya.

Hal yang sama dirasakan oleh salah seorang pemilik salon di Pasar Sentral Sinjai Nur Ismi. Menurutnya sejak adanya wabah ini penghasilan yang diperoleh sangat menurun.

“Biasanya dalam satu minggu kami dapat sekitar 2 jutaan rupiah, sekarang 200 ribu rupiah pun sulit untuk kami peroleh,” katanya.

Selama pandemi covid-19 ini, Ia pun memilih untuk usaha lain dengan menjual masker dan hand sanitizer. (rls/hms)