oleh

Sandiaga Uno Ketemu Duta Besar Jepang Bahas Indonesia?

Gambar Gravatar-Bisnis - 10 Oktober 2019

ZONATIMES.COM – Siapa yang tak kenal dengan Sandiaga Uno, seorang pengusaha muda sukses, yang sebelumnya pernah jadi wakil gubernur DKI Jakarta beberapa bulan di tahun 2018 lalu.

Pasalnya Sandi sapaannya ini, mundur dari jabatan tersebut, sebab kembali mencalonkan sebagai pejabat negara, sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) Indonesia yang bersanding dengan Prabowo Subianto kemarin.

Sayangnya, dari pertarungan kursi kepresidenan itu di menangkan oleh Jokowi Widodo dan Ma’aruf Amin sebagai wakilnya.

Sekarang, kabar dari Sandi kembali mengembangkan kariernya dengan usaha yang dibangun dari dulunya. Melihat dari salah satu visi misi sewaktu calon wakil presiden baru ini, lebih berorentasi pada pengembangan ekonomi dengan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Walaupun tak bisa direalisasikan lewat jabatan kepresidenan, tapi orientasi itu terlihat betul-betul ingin direalisasikan ke masyarakat Indonesia dibukakan lapangan pekerjaan demi mengurangi angka pengangguran Indonesia.

Harapan Sandi mengurangi angka pengangguran, hingga membangun relasi ke negara-negara maju seperti Jepang untuk ikut andil untuk Indonesia, hal ini diungkapkan di akun Instagram pribadinya dilansir, zonatimes.com, Kamis, 10 Oktober 2019.

“Semalam saya bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi (@jpnambsindonesia). Pertemuan ini bukan hanya sekedar ingin menguatkan hubungan antara Indonesia dengan Jepang, tapi juga bagaimana perusahaan-perusahaan Jepang bisa ikut membantu membuka peluang kerja untuk masyarakat Indonesia,” kata Sandiaga Uno.

“Salah satu yang kami bahas semalam ialah tentang peluang perusahaan Jepang dalam melakukan investasi di Indonesia, terutama investasi dari sektor UMKM, yang bila ini dipermudah akan berpotensi membuka lowongan kerja dan juga transfer knowledge dan technology,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengatakan dari prestasi yang diraihnya Jepang, Sandi berharap bisa membantu Indonesia untuk menurunkan angka penganggurannya.

“Saya juga berharap agar perusahaan Jepang yang sudah ada di Indonesia bisa menguatkan pelatihan kejuruannya (vocational training) untuk tenaga kerja Indonesia agar mereka bisa meningkatkan keterampilan mereka. Salah satu faktor masih tingginya angka pengangguran di Indonesia ialah kurangnya keterampilan. Oleh karena itu, vocational training ini diharap mampu menjadi solusi untuk masalah tersebut,” kata dia.

Komentar

Baca Juga