oleh

Duh, Siswa SMP Negeri 10 Satap Bulukumba Belajar di Kelas yang Atapnya Nyaris Ambruk

Gambar Gravatar-Edukasi - 25 Februari 2020
Siswa SMPN 10 Satap Bulukumba Belajar di kelas yang atapnya nyaris ambruk (Foto:Ist)

ZONATIMES.COM, Bulukumba – Sangat memprihatinkan siswa dan siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Satap Bulukumba Balangdidi, Desa Sipaenre, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Harus menjalani proses belajar dalam kondisi ruang kelas yang ‘menakutkan’.

Pasalnya, salah satu ruang kelas di sekolah itu kondisinya sangat tidak memungkinkan lagi digunakan dalam beraktifitas proses belajar mengajar. Atap ruang kelasnya bocor, disaat musim hujan datang, air masuk dalam ruang kelas. Tak hanya itu, plafon ruang kelas tersebut juga sudah jobol dan nyaris ambruk.

Peserta didik tak lagi merasakan kenyamanan dan keamanan dalam mengikuti proses belajar. Justru yang dirasakan adalah ke-was-wasan dan ketakutan yang menyelimutinya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang peserta didik di sekolah, Suraera.

Baca Juga  Kodi DKI Jakarta Gelar Pendidikan Kader Mubalig dan Deklarasi Pemuda Handal

“Kami kadang berfikir untuk tidak pergi sekolah, karena takut ketiban Plafon ruangan Kelas. Belum lagi saat hujan deras. Tapi kami pasti rugi, kalau kami tidak ke Sekolah, karena akan ketinggalan Pelajaran,” ucap Suraera, siswi kelas 7, Selasa, 25 Februari 2020.

Tak hanya siswa, Immank, salah satu tenaga pendidik di sekolah itu juga merasakan hal yang sama. Ia sangat mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah untuk ruang kelas baru atau perbaikan kelas.

“Kami sangat mengharapkan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) atau minimalnya rehab bangunan tersebut.
Kasihan siswa dan siswi pada saat belajar. Guru dan siswa merasa takut sekali akan runtuhnya Platfon. Apalagi saat ini sedang musim hujan, mereka tambah malah takut,” katanya ke awak media, Selasa, 25 Februari 2020.

Baca Juga  Jelang Pelantikan, HMPI Sulsel Sambangi Wakil Ketua DPRD Provinsi

Walaupun pemerintah sudah ingin membantu, tapi kata Immank, bantuannya itu belum juga masuk sampai sekarang. Sejak 2009 berdirinya sekolah itu, belum ada bantuan masuk dari pemerintah terkait.

“Saat ini kami sudah mendengar akan ada bantuan masuk yaitu Ruang Perpus, mudah-mudahan segera datang bantuannya. Sejak berdirinya sekolah kami ini dari Tahun 2009, sudah beberapa kali kami minta bantuan, namun entah apa yang jadi kendala sehingga sekolah kami nasih seperti ini,” kata dia.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Angkatan 62 UINAM Disambut Camat Kelara, Jeneponto

Dia juga mengatakan bahwa, di sekolah tersebut kekurangan bangunan. disebutkan seperti, Laboratorium IPA, Kantor dan Pagar. Tapi dikatakan lagi yang paling dibutuhkan adalah perbaikan ruang kelas.

Disekolah Kami masih sangat kekurangan Bangunan, diantaranya adalah Laboratorium IPA, Kantor dan Pagar. Kami merasa itu sangat urgen sekali dan sangat Kami butuhkan. Tapi yang paling utama adalah Ruang Kelas tersebut yang dipakai siswa. Dan ini sudah berjalan hampir 2 tahun bangunan tersebut dipakai,” tutupnya.

Komentar

Baca Juga