oleh

IKA DDI Takkalasi Ngaji Fiqih Serukan Jihad di Medsos

Gambar Gravatar-Edukasi - 26 Oktober 2019

ZONATIMES.COM, Gowa – Bertajuk ‘Ngopi Sambil Ngaji’ IKA DDI Takkalasi menggelar diskusi Fiqih di Obia Cafe, Jalan Tun And. Razak Gowa, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Hadirkan narasumber dari Pembinaan Pondok Pesantren DDI Takkalasi, KH. Ahmad Munir dan dimeriahkan dengan kedatangan puluhan alumni dan mahasiswa.

Dari penyampain Ahmad Munir menjelaskan, bahwa jangan terlalu lebay dalam memahami Agama (fiqih) dengan jargon kembali kepada Al Qur’an dan Hadist. Sebab kata dia, memahami Agama tidak cukup hanya dengan dalil itu, apalagi pada masa modern sekarang, memahami fiqih tidak sekedar teks tapi juga dari logika.

“Jangan karena berjenggot dianggap islami, jenggot bukan milik orang Islam saja, Yahudi pun punya, kalau mau berdalil tapi tidak sampai pada pembuktian minimal pake logika yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah,” jelas Ahmad Munir juga Pengkaji Aswaja Nahdliyyin.

Selain itu, ia juga berpesan kepada alumni dan mahasiswa DDI Takkalasi seharusnya menjadi penetrasi untuk berjihad di Medsos menyebarkan paham Aswaja Nahdliyyin.

“Alumni DDI Takkalasi sepatutnya menjadi penetralisir di tengah komunitasnya, minimal kita berjihad di Medsos karena hari ini muncul fenomena orang yang belajar dipesantren 6 Tahun dikalahkan oleh yang bukan Alumni pesantren dalam hal berijtihad di Medsos banyak ustadz di medsos yang ngaku Aswaja tapi Aswajanya rasa Wahabi,” ungkapnya.

Disampaikan juga, Sekretaris IKA DDI Takkalasi, Asrul, SH, kegiatan ini akan rutin kita laksanakan mungkin sekali satu bulan untuk menambah wawasan keislaman.

“Kita sebagai alumni DDI Takkalasi yang mungkin dulu tertinggal di pondok sekaligus kita menjadikan forum problem solving dengan kondisi keislaman di era milenial ini,” ungkapnya.

Komentar

Baca Juga