oleh

Ini Cara Dapatkan Kuota Internet dari Kemenag Bagi Siswa dan Guru Madrasah

Minggu, 17 Mei 2020, 1: 19 am
Gambar ilustrasi kartu

ZONATIMES.COM, Jakarta – Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) menyediakan kuota internet diskon 60% untuk para siswa dan guru madrasah.

Direktur KSKK Madrasah A Umar mengatakan bahwa bantuan kuota itu dengan bekerjasama XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Telkomsel.

“Ada diskon harga hingga 60%. Paket kuota internet menjadi lebih terjangkau dan itu bisa dibiayai dari BOS sehingga siswa dan guru tidak perlu keluar biaya lagi,” kata Umar, di Jakarta, Jumat (15/05/2020) kemarin.

Baca Juga  Alumni SUPM Bone Berbagi Peduli Masyarakat

Untuk mendapatkan kuota tersebut, Umur menjelaskan cara dan syarat untuk mendapatkan kuota diskon 60% itu.

Untuk ikut dalam program ini, tahap pertama siswa dan guru harus mendaftarkan diri. Caranya, pemohon mengakses laman https://madrasah.kemenag.go.id/bantuankuotaterjangkau/.

lalu kemudian mengikuti proses berikut: 1) mengisi data diri; 2) mengunduh Form Konfirmasi Berlangganan (FKB) dan form isian input paket-nomor HP; 3) mengunggah form tersebut ke situs di atas.

Setelah itu pemohon harus melengkapinya dengan mengirim sejumlah bukti yaitu scan akta lembaga, SK dari kepala lembaga, KTP kepala lembaga, dan NPWP lembaga.

Baca Juga  Tahun Ketiga Makassar Raih Penghargaan IGA Kemendagri RI Karena Ini

Setelah data lengkap, pemohon akan segera mendapatkan kuota sesuai pilihannya. Ada lima pilihan, yaitu 10GB (Rp40.000), 15GB (Rp50.000), 20GB (Rp60.000), 30GB (Rp85.000), dan 50GB (Rp100.000). Semua pilihan tersebut untuk masa aktif selama 30hari.

“Satu nomor hanya boleh dapat satu kali paket data dalam sebulan,” jelas Umar.

Paket ini bersifat penambahan (add-on) dan apabila terdapat kuota pribadi pada ponsel pemohon, maka kuota dalam paket ini akan dikonsumsi lebih dahulu (first priority consumption).

Baca Juga  Warga Binaan Wanita di Gowa Bercucuran Air Mata Dengar Duta Narkoba Bicara

Kouta internet tersebut kata Umar sifatnya merupakan bagian dari mitigasi bencana, maka jangka waktunya terbatas, hanya berlaku selama masa Darurat Bencana Pandemi COVID 19.

“Untuk tahap awal ini, hanya sampai 30 Juni 2020 dan tidak berlaku perpanjangan paket dan tidak berlaku autorenewal,” katanya.

Baca Juga