oleh

Ratusan Aktivis di Sulsel Hadiri Dialog, Polisi dan Dosen Bicara Soal Aksi Anarkis

Gambar Gravatar-Edukasi - 29 Februari 2020
Dialog Aksi Unjuk Rasa Anarkis (Foto:Ist)

ZONATIMES.COM, Makassar – Dialog Publik yang diadakan redaksi infomakassar.net berlangsung meriah di warkop Nassami, Jalan Sultan Alauddin, Rappocini Kota Makassar, Jum’at, 28 Februari 2020 malam.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan aktivis, LSM, media dan sejumlah organisasi lainnya di Sulawesi Selatan. Dengan mengangkat tema “Meredusir Aksi Unjuk Rasa Anarkis di Sulsel”.

Infomakassar.net panelkan pemateri dari Babinkamtibmas Rappocini, Aiptu Syahrir, Kasat Intelkam Polrestabes Makassar Kompol Fauzi Ananda, Polsek Rappocini Aiptu Umar dan Wakil Dekan III FISIP Unismuh Makassar DR. Syamsir Rahim.

Baca Juga  Siswa SMA IT Ibnu Sina Belajar di FTK UIN Alauddin Makassar

Terpantau, dialog berlangsung menarik dengan sejumlah audiens melontarkan pendapatnya kepada pemateri terkait masalah aksi unjuk rasa yang sering terjadi di Makassar yang dinilai Anarkis oleh sejumlah pihak.

Aiptu Syahrir selaku Babinkamtibmas Rappocini berpendapat bahwa mahasiswa diberi ruang untuk melakukan aksi unjuk rasa namun harus sesuai aturan.

Selain itu, Kompol Fauzi Ananda Kasat Intelkam Polrestabes Makassar mengutarakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya agar tidak berkoar.

“Adanya upaya-uapay yang tidak sampai pada tujuannya sehingga dapat menimbulkan tindakan anarkis. Kami pihak kepolisian juga berupaya mengatur agar emosional massa aksi tidak berkoar pada pengguna jalan saat melakukan aksi unjuk rasa,” ucapnya.

Baca Juga  Dihadapan BKMT Tallo, Dosen UMI Ini Bahas Mental Spiritual

Menanggapi hal itu, Wakil Dekan III FISIP Unismuh Makassar, DR. Syamsir Rahim menyampikan prinsip-prinsip aksi unjuk rasa sesuai aturan yang berlaku.

“Mahasiswa dipersilahkan untuk mengemukakan pendapatnya di depan umum, asalkan tetap kondusif dan waktu yang diberikan adalah sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat, itu sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada peserta aksi khusus mahasiswa, bahwa mahasiswa mesti menyadari bahwa tidak hanya berunjuk rasa untuk menyampaikan pendapat, namun aktif juga dalam berdiskusi dan menulis kritikan di media massa.

Baca Juga  Besok, WPP PPP Sulsel Bagikan Hand Sanitizer dan Masker Gratis untuk Ojol

Lebih lanjut, pemerintah mesti peka untuk membuka ruangn-ruang diskusi seperti agar aspirasi mahasiswa tidak dituangkan ke jalanan tapi di forum-forum dialog, ini juga upaya antisipasi agar aksi unjuk rasa yang berujung anarkis tidak terjadi.

Komentar

Baca Juga