oleh

Terpilih Jadi Rektor, Risa Santoso Tak Wajibkan Skripsi

Gambar Gravatar-Edukasi - 6 November 2019

ZONATIMES.COM, Malang – Risa Santoso, B.A., M.Ed, baru ini terpilih jadi Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA, Kota Malang, diusianya masih 27 tahun, wanita itu menjadi rektor termuda di Indonesia.

Sejak dilantiknya jadi rektor, Sabtu, 2 November 2019, Risa Santoso, telah mencanangkan program dalam mewujudkan visi-misinya dalam memimpin mahasiswa sekitar 2600 orang.

Sejumlah program, Risa Santoso yang berwajah cantik ini, itu sangat ramah millennials, seperti dilansir Idn Times,  Rabu, 6 November 2019.

1. Skripsi bukan lagi kewajiban

Salah satu program yang saat ini sedang ia persiapan adalah terkait tugas akhir. Selama ini, tugas akhir atau skripsi dalam dunia perkuliahan seolah menjadi momok menakutkan bagi para mahasiswa. Tak sedikit dari mereka yang tak mampu menyelesaikan skripsi tepat waktu. Hal itulah yang menurutnya haris diubah.

Baca Juga  Tahun Ketiga Makassar Raih Penghargaan IGA Kemendagri RI Karena Ini

“Ke depan itu inginya memberikan pilihan. Jadi skripsi bukan lagi kewajiban utama. Kalau semisal mahasiswa memiliki minat di bidang pembuatan program tentunya lebih baik difokuskan untuk membuat project akhir,” ucapnya.

2. Adopsi model pendidikan luar negeri

Saat ini, sejumlah program yang sudah disiapkan beberapa memang mengadopsi model pendidikan luar negeri. Termasuk untuk mengubah skripsi dari kewajiban menjadi pilihan. Hal itu juga merupakan adopsi dari luar negeri. Karena selama ini skripsi seolah menjadi hal yang sangat menakutkan.

Baca Juga  Dilantik, JPN Makassar Siap Berkontribusi di Dunia Pendidikan

“Kalau di luar negeri skripsi itu sifatnya pilihan bukan kewajiban. Hal itulah yang coba saya terapkan di sini. Karena memang sebenarnya boleh membuat alternatif dengan project akhir yang nantinya dijadikan laporan akhir,” jelasnya.

3. Dapat dukungan keluarga

Risa semakin yakin bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai rektor. Apalagi dirinya juga mendapat dukungan dari orang tua, rekan kerja serta dosen-dosen yang ada di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA. Termasuk juga untuk penerapan program-program yang sudah dia siapkan.

Baca Juga  Seminar Program KKN, Lurah Lampa Pinrang Janjikan Mahasiswa Lampa Toa'

“Bahkan saat masih dicalonkan dulu, saya juga banyak dapat dukungan. Termasuk juga dari kalangan mahasiswa,” imbuh wanita kelahiran Surabaya itu.

4. Harus cermat membagi waktu

Kini setelah resmi menjadi rektor kesibukan Risa Santoso tentu lebih padat. Apalagi dengan sejumlah program yang ingin ia terapkan di kampusnya. Tentu hal itu memerlukan kecermatan ketelitian agar program-program tersebut bisa berjalan sesuai rencana.

“Sekarang memang sebisa mungkin melakukan sesuatu sefektif mungkin. Apalagi sekarang saya terlibat dalam setiap agenda kampus. Tentu harus bisa maksimal semuanya,” tutupnya.

Komentar

Baca Juga