Studi: Hipertensi di Usia Muda Pengaruhi Kinerja Otak

Gambar Gravatar
Rabu, 06 Okt 2021, 11: 31 am-Health

ZONATIMES.COM – Hipertensi adalah Suatu kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Hipertensi ini biasanya penyakit yang dialami oleh lansia.

Akan tetapi, orang usianya dewasa muda tidak tidak menutup kemungkinan mengalami hipertensi. 

Menurut studi terbaru, menemukan tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda terkait dengan ukuran otak lebih kecil dan peningkatan risiko demensia.

Orang dewasa muda dengan rentan usia 35-44 tahun mengalami hipertensi didiagnosis memiliki ukuran otak yang lebih kecil. Dan lebih mungkin untuk didiagnosis dengan dimensia. 

Hasil penelitian ini sudah diterbitkan sebuah jurnal dari American Heart Association, Senin (4/10/2021).

Melansir CNN, Profesor neurologi di University of Miami’s Miller School of Medicine Florida Dr James Galvin mengatakan, orang dewasa di bawah 35 tahun mengalami pengurangan volume otak terbesar dibandingkan dengan orang dewasa seusia mereka tanpa tekanan darah tinggi. Kondisi ini juga bisa datang dengan efek kesehatan yang merugikan.

“Volume otak yang lebih kecil pada individu yang lebih muda sebagai konsekuensi dari tekanan darah tinggi dapat menempatkan mereka pada risiko demensia yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia,” kata Dr James.

Tekanan Darah Tinggi dan Efek Dimensia

Peneliti menggunakan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) dari 11.399 orang berusia 55 tahun ke bawah yang didiagnosis dengan tekanan darah tinggi serta 11.399 orang tanpa hipertensi.

Informasi peserta berasal dari Biobank Inggris, database informasi kesehatan anonim dari sekitar setengah juta orang. Penulis penelitian melakukan tindak lanjut terhadap peserta selama rata-rata 11,9 tahun, kemudian melihat apakah mereka benar-benar didiagnosis dengan demensia.

Profesor epidemiologi oftalmik di University of Melbourne Dr Mingguang He menjelaskan, hipertensi umum terjadi pada orang dewasa berusia 45 hingga 64 tahun dan dikaitkan dengan kesehatan otak dan demensia di kemudian hari.

Akan tetapi, sedikit yang diketahui soal bagaimana usia sewaktu didiagnosis darah tinggi memengaruhi asosiasi ini. “Jika ini terbukti, akan memberikan beberapa bukti penting untuk menyarankan intervensi dini guna menunda timbulnya hipertensi, yang pada gilirannya dapat bermanfaat dalam mencegah demensia,” jelas dia.

Dekan University of Kentucky College of Public Health di Lexington Donna Arnett sendiri menuturkan, volume otak  lebih kecil berarti ada hilangnya neuron dan koneksi yang mereka miliki satu sama lain.

“Seiring waktu, kaum muda mungkin lebih terpengaruh karena mereka menghadapi tekanan darah seumur hidup yang lebih lama di otak,” tutur Arnett.

Menurut Gavin, volume otak yang lebih besar dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, sedangkan hilangnya volume otak dikaitkan dengan perkembangan demensia.

Hipertensi dari waktu ke waktu berdampak pada aliran darah ke otak dan berpotensi merusak struktur otak. Jika tidak diobati, itu akan memengaruhi fungsi otak.