Anak Penjual Kue Jadi Stafsus Jokowi, Simak Kisah Inspiratif Gracia Billy Mambrasar

Gambar Gravatar
Sabtu, 23 Nov 2019, 2: 21 am-Humaniora

ZONATIMES.COM – Joko Widodo (Jokowi) pilih Staf Khusus (Stafsus) presiden periode 2019-2024 dari kalangan milenial, salah satunya Gracia Billy Mambrasar diantara 7 Stafsus.

Gracia Billy Mambrasar bercerita tentang kehidupannya hingga ia terpilih jadi Stafsus, memulai kata ‘Sayom Faro Diru Pai’ di akun Facebook pribadinya, dilansir Sabtu, 23 November 2019.

Saya, Gracia Billy Mambrasar mengucapkan banyak terimakasih atas semua ucapan manis dari seluruh teman-teman semua.

Ini bukan tentang Jabatan, bukan tentang kekuasaan,  akan tetapi ini tentang kisah inspirasi dan rasa percaya bahwa walaupun kita berasal dari latar belakang ekonomi terbatas, dan daerah yang jauh tertinggal, akan tetapi kita memiliki kesempatan untuk berhasil yang sama.

Saya berasal dari keluarga yang terbilang cukup kurang dalam materi, membuat saya harus bisa berjuang untuk tetap belajar dan sekolah meski tanpa aliran listrik sampai SMP.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ibu saya harus berjualan kue keliling dan di Pasar, dan ayah saya guru honor seumur hidup. Namun, meski kekurangan dalam segi ekonomi, saya bersyukur memiliki orangtua yang kaya atas ilmu.

Bapak saya, sekaligus guru besar saya pernah mengatakan “pendidikan adalah suatu langkah yang besar untuk mengubah kondisi ekonomi dan sosial.”

Itulah yang membuat saya bisa terus semangat  berjuang untuk menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya.

Berasal dari daerah pulau kecil di Timur Indonesia, dan mengalami banyak tantangan untuk bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik, membuat hati saya terpanggil untuk segera kembali ke tanah kelahiran saya setelah lulus S1 saat itu.

Saya kembali dengan gerakan yayasan Kitong Bisa, yang saat itu saya buka tempat belajar di tempat tinggal saya, dengan nama Kitong Bisa Learning Center Yapen, yang dipimpin oleh Bapak saya sendiri sebagai pengajarnya, kala itu siswa kami 10orang dan kini berjalan hampir 10tahun siswa kami menjadi 1100 orang dengan 7 tempat KBLC yang sudah tersebar di Papua dan Papua Barat.

Tidak lain, semua itu saya lakukan dengan niat yang sama. Saya ingin semua anak Papua bisa mendapatkan pendidikan yang baik, dan bisa berprestasi setinggi tingginya-billy mambrasar.

Saya juga menempuh pendidikan,  semuanya dengan beasiswa.Dari S1, S2 pertama dan S2 kedua, dan S3 (Doktor)  dengan beasiswa LPDP PK 128.

Negara saat ini memberikan kesempatan kepada semua orang untuk sekolah, walaupun anak miskin seperti saya.

Pak Jokowi juga menunjuk saya menjadi seorang staf khusus karena dampak yang sudah saya buat, saya mohon doa restunya dan mohon kritik dan sarannya juga atas segala kekurangan saya. Serta masukan bagaimana kedepannya Pak Jokowi dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang mumpuni, melalui kami.

Diakhir tulisan ia kembali meminta restu kepada masyarakat. Sekali lagi, mohon doa restunya, kasumasa, manseren ifnok mgokame.

Diketahui Gracia Billy Mambrasar (31) adalah seorang Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.

Komentar