Keunikan Pulau Hainan di China, Simak Ceritanya

Gambar Gravatar
Kamis, 14 Nov 2019, 9: 07 pm-Humaniora

ZONATIMES.COM – Pulau Hainan adalah salah satu pulau yang terdapat di China Selatan dan mempunyai sebuah suku yang unik dengan sejuta budaya yaitu Suku Li dan Miaw. Kehidupan suku ini mempunyai kebiasaan tersendiri dan yang tidak ditemukan pada suku-suku lainnya.

Berikut tradisi yang unik di Suku Li dan Miaw hasil penelitian dari Dosen Sejarawan UIN Alauddin Makassar, Dr.Rahmawati, MA., ph.D.

1. Tradisi Memberi Salam

Suku Li & Miaw ini memiliki cara yang unik. Bila ada tamu yang akan berkunjung ke sebuah rumah, maka sang pemilik rumah akan menyambut tamu itu dengan cara memegang telinganya. Apabila tamu tersebut membalas memegang telinga si pemilik rumah, artinya ia akan tinggal di rumah itu. untung di beritahu oleh Leader sebelumnya hampir saja jadi penghuni selamanya.

2. Syarat Menikah Harus Bisa Menenun

Suku ini juga dikenal dengan hasil tenunannya yang sangat indah. Itu karena semua Suku Li & Miaw harus bisa menenun, kalau tidak, mereka tidak boleh menikah. Konon kabarnya, pada zaman dahulu kala, hasil tenunan yang indah itu tidak dijual, tapi dikhususkan untuk raja-raja.

3. Beragam Kerajinan

Berbagai kerajinan juga dibuat di sana. Ada kerajinan keramik kerajinan perak dan anuaman yang terbuat dari bambu, hingga beragam alat musik. Salah satunya adalah serulng. Uniknya, penduduk suku miaw ini tidak meniup seruling menggunakan mulutnya, melainkan menggunakan hidung.

4. Cara Melamar yang Unik

Tradisi melamarnya pun berbeda dengan suku pada umumnya. Seorang laki-laki yang ingin melamar seorang gadis, wajib bernyanyi di depan rumah yang tertutup. Bila si gadis menyukai nyanyiannya, maka gadis itu akan keluar dari dalam rumah. Begitupun dengan pemandangan cara memjajakan dagangannya.

Suku Li & Miaw juga mempunyai cara berjualan yang unik. Mereka meletakkan barang dagangannya dengan tidak ditunggui. Namun mereka membuat sebuah papan berisi informasi harga, agar pembeli bisa meletakkan uangnya ditempat yang telah ditentukan. Itu karena mereka mempunyai keyakinan pada hukum karma, bahwa setiap orang yang mengambil barang dagangan tanpa membayar, akan mendapat hukum karma yang setimpal dengan perbuatannya. (CocoLi Miao Village, 30 Oktober 2019)