oleh

Sejarawan UIN Makassar: Hainan dalam Penjajakan Islam di China

Gambar Gravatar-Humaniora - 1 November 2019

ZONATIMES.COM – Kisah perjalanan di Hainan dalam penjajakan lslam di China, dimana Hainan adalah provinsi yang terkecil dan terselatan dari Republik Rakyat Tiongkok. Disingkat sebagai Qiong, beribu kota di Haikou. Pada tahun 2002.

Luasnya adalah 33,920 KM. Penduduknya berjumlah 8.030.000 jiwa. Dalam beberapa hari menelusuri jejak Islam di china, mencoba mengingat kembali sosok legendaris muslim yang pernah berlabuh di Nusantara, yaitu: Laksamana Cheng Ho (1371-1433).

Laksamana Cheng Ho adalah seorang pelaut dan penjelajah Tiongkok muslim terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405  kisahi yang cukup terkenal adalah sebagian kecil dari sejarah Islam di China.

Informasi ini menjadi menarik mengenai jejak Islam di negeri Tirai Bambu apabila disajikan dengan secara profesional khususnya bagi pembaca yang ingin mengetahui secara dekat  tentang jejak lslam di China.

Insya Allah akan terbit setelah pejajakan kembali di sekitar wilayah lslam lainya yang ada di Negeri China. Dalam rangka penyajian yang secara profesional tentang perkembangan lslam di China masa lalu, sekarang dan akan datang.

Hanya sekilas dalam mengingatkan kembali bahwa bagaimana sejarah muslim Uighur yang sekarang sedang hangat-hangatnya. Dulunya tempat tinggal mereka disebut Turkistan Timur yang kemudian setelah dicaplok Rezim Komunis China diganti menjadi Xinjiang.

Penjajakan ini mengajak ikut menapaktilasi Islam di Hainan negeri China, perkembangannya dan persinggungannya dengan kondisi sosial dan budaya sekarang.

Perjalanan yang selama 5 hari 6 malam, menemukan pembahasan tentang penyebaran dan pengembangan Islam di China. Akan dibawa dengan sajian ringkas terkait masuknya Islam ke China, penyebarluasan Islam di Cina, system kehidupan keagamaan Islam dan Perkembangan Masjid di China serta pemusatan dan penyebaran Islam di wilayah pedalaman China. Khususny di saya salah satu daerah yang ada di wilayah Hainan China.

Tulisan ini ditulis oleh Dosen Sejarawan UIN Alauddin Makassar, Dr. Rahmawati, MA.,ph.D, sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Komentar

Baca Juga