oleh

Wakil Sekretaris NU Sulsel Ceramah Hikmah Maulid di Kabupaten Pinrang

Gambar Gravatar-Humaniora - 30 November 2019

ZONATIMES.COM, Pinrang – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pinrang peringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Akbar, Sabtu, 30 November 2019.

Maulid Akbar mengangkat tema “Aktualisasi Akhlak Rasulullah SAW dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan untuk Menjaga Keutuhan NKRI”. Maulid Akbar ini juga dirangkaikan dengan peresmian Gedung NU.

Ratusan jemaah warga nahdliyyin Kabupaten Pinrang  menghadiri Maulid Akbar ini. Hikmah maulid yang dibawakan oleh Wakil Sekretaris NU Sulawesi Selatan, Dr. H. A. Marjuni.

Dr Marjuni menjelaskan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW diisi lantunan shalawat selain itu juga sebagai penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Membaca shalawat juga menunjukkan kita menjalankan pada perintah Allah SWT. Sebagaimana tertulis dalam QS Al-Ahzab: 56 yang artinya. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya,” jelas Dr Marjuni yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga  Hadiri Puncak Hari Santri Nasional, PCNU Makassar Kompak Pakai Sarung

Lebih lanjut dijelaskan, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, merupakan bentuk syukur, kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan, ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya sebagai tanda suka cita.

Nah, karena rasa gembiranya itu, kelak di alam baqa’, siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin.
Begitu besar rahmat Allah terhadap siapapun yang bergembira atas kelahiran Nabi. Sekalipun, ia orang kafir.
Orang kafir saja mendapat rahmat, apalagi kita sebagai umat muslim. Allah akan menurunkan anugerah bagi umatnya yang beriman dan bertakwa.

Baca Juga  Nurdin Abdullah Serahkan Plakat Predikat WTP Keempat untuk Makassar

Sebagai seorang mukmin, rasa cinta kepada Rasul-nya merupakan keniscayaan. Kecintaan pada Nabi pamungkas ini harus berada di atas segalanya yang ada di dunia. Baik itu harta, tahta, istri, bahkan anak ataupun pada diri sendiri.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” disebutakan dalam QS. Al-Ahzab: 21 kata Dr Marjuni.

Baca Juga  Viral Dosen Tulis Sampah di Skripsi Mahasiswa, Klarifikasinya

Maka dari itu, tanamkanlah keteladanan Rasul dalam keseharian. Dimulai dari hal terkecil hingga yang terbesar. Baik itu urusan dunia maupun akhirat. Bagi yang sudah memiliki putra putri, sikap teladan terhadap Rasul-nya juga perlu ditanamkan sejak dini. Misalnya, membacakan kisah nabi sebelum tidur, membiasakan membaca bismillah setiap akan melakukan sesuatu, atau hal lain yang dapat memupuk keimanan buah hati.

Terakhir dikatakan bahwa melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah dalam Hadits Riwayat Malik, sebelum wafat, Rasul berpesan pada umatnya. “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam,” kutipan Hadis.

Komentar

Baca Juga