Rektor Unhas Kukuhkan 3 Guru Besar Bidang Kedokteran Gigi

Gambar Gravatar
Selasa, 26 Jan 2021, 3: 05 pm-kampus

ZONATIMES.COM, MAKASSAR – Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengukuhkan guru besar di bidang Kedokteran Gigi.

Rapat Paripurna Senat Akademik dalam dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Professor berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas, Selasa (26/1/2021). Selain rapat yang dihadiri terbatas, prosesi pengukuhan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas.

Hadir dalam prosesi pengukuhan dihadiri Rektor Unhas, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, Ketua, Sekretaris dan anggota Senat Akademik, Dewan Professor, Majelis Wali Amanat, serta tamu undangan terbatas dari keluarga tiga profesor yang dikukuhkan.

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Humas Unhas Ishaq Rahman, berikut 3 guru besar yang dikukuhkan:

Prof. Dr. drg. Sumintarti, MS., sebagai guru besar ke-410, bidang Ilmu Penyakit Mulut. Lahir di Makassar, pada 1 Januari 1954.

Prof. Dr. drg. Irene Edith Rieuwpassa, M.Si., sebagai guru besar ke-411, bidang ilmu Biologi Oral. Lahir di Ujung Pandang, pada 12 Oktober 1972.

Prof. Dr.drg. Susilowati, SU., sebagai guru besar ke-412, bidang ilmu Ortodonti. Lahir di Batang, pada 15 April 1955.

Dalam sambutannya, Rektor Dwia menyampaikan apresiasi atas capaian Fakultas Kedokteran Unhas (FKG) Unhas. Bertambahnya guru besar diharapkan akan berdampak pada output dan outcome Unhas.

“Saat ini Unhas menempati posisi teratas di Indonesia pada aspek input, dimana dengan penambahan guru besar maka diharapkan memberi kontribusi lebih baik untuk penigngkat riset, inovasi, dan publikasi,” kata Dwia.

Dua orang guru besar yang dikukuhkan telah berusia yang relatif tidak lagi muda. Ketiganya juga merupakan perempuan. Hal ini merupakan catatan tersendiri, terutama pada masa pandemi.

“Pengukuhan hari ini sungguh bernilai. Ketiga guru besar menunjukkan bahwa situasi pandemi bukan halangan untuk terus produktif. Juga mereka menunjukkan bahwa kaum perempuan tetap bisa tampil dengan capaian maksimal. Dan yang terpenting, usia bukanlah kendala,” tambah Dwia.