oleh

UIN Alauddin Produksi Masker dan Hand Sanitizer untuk Dibagikan ke Warga

Sabtu, 04 Apr 2020, 2: 32 pm
UIN Alauddin Makassar produksi masker dan hand sanitizer untuk warga (Foto:Ist)

ZONATIMES.COM, Gowa – Langkanya ketersedian masker dan handsanitizer di tengah pandemi Covid-19, mendorong UIN Alauddin Makassar melalui mahasiswa Laboratorium Farmasi, Kimia dan Prodi Pendidikan Dokter, membuat masker dan hand sanitizer.

Saat dihubungi melalu sambungan telepon, Jumat (3/4/2020), Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar Dr Wahyuddin Naro mengatakan bahwa Satgas Covid-19 UIN Alauddin yang berada dibawah pengarahannya, sebelumnya telah memproduksi hand sanitizer dan masker yang diperuntukkan bagi pimpinan, pegawai dan karyawan kampus.

Baca Juga  Prof Hamdan Juhannis Gandeng Pemerintah Perbaikan Jalan Provinsi Kampus UIN

“Untuk awal karena masih produksi terbatas, jadi diberikan pada pegawai rektorat, fakultas maupun unit serta karyawan yang bidang pelayanannya tidak bisa lewat online,” katanya.

Selanjutnya, lanjut Wahyuddin, UIN Alauddin Makassar akan memproduksi 3000 masker dan 1000 hand sanitizer yang akan dibagikan kepada masyarakat kampus dan masyarakat umum.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 UIN Alauddin Makassar, Dr dr Syatirah Jalaluddin yang dihubungi terpisah, menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Satgas Covid-19 UIN Alauddin, dan sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

Baca Juga  Kuliah, Ujian hingga Urusan Administrasi di Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Berjalan Lewat Online

“Kegiatannya berupa sumbangan masker kain untuk para pegawai, Satpam dan Cleaning Service, berhubung saat ini masker surgical yang single use sudah langka, sehingga dibuatlah masker kain dua lapis yang bisa dipakai ulang,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin tersebut.

Ia menambahkan bahwa itu bertujuan untuk mengkampanyekan gerakan memakai masker saat terpaksa keluar rumah untuk mengurangi penyebaran virus corona.

“Jadi harapannya bisa menekan penyebaran virus corona apalagi makassar sudah masuk daerah transmisi lokal,” tutupnya.

Baca Juga