oleh

Aliansi Umat Islam Sulsel Demo di Monumen Mandala, Berikut Pernyataan Sikapnya

Gambar Gravatar-Makassar - 2 November 2019

ZONATIMES.COM, Makassar – Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Sulawesi Selatan, berunjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat, 1 November 2019.

Massa aksi membentangkan spanduk dengan berbagai tulisan, diantaranya, “Musuh Negara Adalah Penjajah Asing dan Aseng Bukan Ulama dan Aktivis Mahasiswa dan Ajaran Islam #Aksi Damai Bela Ulama dan Aktivis Mahasiswa”.

Massa aksi Aliansi Umat Islam Sulsel (Foto: Bambang/zonatimes.com)
Massa aksi Aliansi Umat Islam Sulsel (Foto: Bambang/zonatimes.com)

Selain itu terlihat terbentang spanduk, ‘Khilafah Satukan Umat, Khilafah Selamatkan Negeri’. Para massa aksi juga mengibarkan bendera putih dan hitam tertulis kalimat Lâ Ilâha illalLâh Muhammad RasûluLlâh (tulisan bahasa Arab).

Beberapa pernyataan sikap Aliansi Umat Islam Sulawesi Selatan yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Nasaruddin, sebagai berikut dalam videonya.

1. Menyadari bahwa sesungguhnya seluruh umat Islam seluruh dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya, telah menghadapi berbagai persoalan, baik dari bidang ekonomi, politik sosial dan budaya.
2. Menyuruhkan kepada semua penguasa untuk menghentikan berbagai kriminalisasi kepada ulama, aktivis Islam, ajaran Islam seperti halnya, khilafah dan jihad. Kalau sesungguhnya yang menjadi musuh khilafah negara bukanlah ajaran Islam, bukanlah ulama tapi secar fisik, penjajah asing dan Aseng, secara ideologi adalah ada komunisme dan sosialisme, Islam bukan musuh penguasa.
3. Menyuruhkan kepada segenap ummat Islam, untuk berjuang sungguh-sunggguh untuk tegaknya syariat dan khilafah, yang satu-satunya jalan untuk kembalinya nusul Islam dan muslimin untuk mengantarkan ummat yang termuliahnya Kuntum Khairul Ummahat.
4. Menolak segala umat Islam, siap menjadi garda terdepan dalam segala perjuangan penegakan syariat dan khilafah serta membela para pejuangnya.
5. Ulama adalah pewaris para nabi, harus menjadi subjek perubahan yang khakiki yakni dakwah alhayatul islamiah.

Komentar

Baca Juga