oleh

Forum Bawaslu dan Media, Ketua AJI Makassar: Jurnalis Itu Bukan Jurkam

Senin, 24 Agu 2020, 3: 37 pm
Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir

ZONATIMES.COM, Makassar – Bawaslu Makassar gelar forum bersama jajaran media massa se-Makassar dengan tema “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama media dalam rangka Pemilihan Walikota dan wakil walikota Makassar tahun 2020”. Kegiatan diselenggarakan di Hotel Jolin, Jl. Pengayoman, Senin (24/8/2020).

Terkait kegiatan sosialisasi tersebut, Ketua Bawaslu Makassar, Nursari mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program Bawaslu Makassar tahun 2020. Kegiatan ini diungkap bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada media, untuk bisa menyampaikan informasi yang mengedukatif bagi publik.

Selain itu pihaknya juga mengungkap terkait isu money politic yang masih beredar dikalangan masyarakat pada saat musim kampanye. Money politic sudah lumrah dimasyarakat. Money politic adalah ketika secara sadar menjanjikan dan memberikan uang yang memang karena iming-iming untuk dipilih.

Baca Juga  2000 Jukir di Makassar Dapat Sembako dari Iqbal

“Menjanjikan dan memberikan uang ketika hal tersebut ada dalam visi misi pasangan calon, maka itu bukan money politic. Mahar politik bisa berimplikasi pada sanksi administrasi berupa pembatasan pasangan calon tersebut,” tutur Nursari, selaku Ketua Bawaslu Makassar.

Sementara, terkait hal serupa Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Makassar, Nurdin Amin yang juga turut mengomentari terkait money politic saat musim kampanye yang menjadi tantangan besar bagi media untuk tetap bersikap independen.

“Jurnalis itu bukan Jurkam (Juru Kampanye). Kalau mau jadi juru kampanye jangan bawa-bawa nama jurnalis. Jadi tim sukses saja,” tutur Nurdin Amir, selaku Ketua AJI Makassar.

Baca Juga  Sunatan Massal hingga Besok, Dinkes Makassar Bersama TP PKK Target 412 Anak

Masih kata Ketua AJI, bahwa seorang yang menyandang profesi jurnalis itu tidak mudah. Media ada beberapa jenisnya, ada yang komunitas, media yang memang sudah terverifikasi didewan pers, bahkan ada juga media abal-abal.

“Bahasa kasarnya media abal-abal. Jurnalis musiman yang hanya meminta uang kesana kesini. Itu sangat perlu dijauhi. Kita ini jurnalis, bukan pengemis. Dan jurnalis juga harus mengupas secara mendalam terkait suatu hal yang sedang diliput. Jangan cuman ambil permukaannya saja,” tegasnya.

Baca Juga  Bawaslu Kota Makassar Rakor Aktifkan Adhoc

Sekedar untuk diketahui bahwa kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Bawaslu Makassar ini diikuti oleh kurang lebih 50 media massa, baik cetak maupun elektronik. (*)

Baca Juga