oleh

Bupati Takalar Komitmen ke Gubernur Sulawesi Selatan, Ini Pernyataannya

Gambar Gravatar-News - 3 September 2019

ZONATIMES.COM, Bone – Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt, MM menghadiri pernyataan bersama komitmen pelaksanaan percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) tingkat provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlangsung di halaman rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa (3/9/2019) pagi.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Universitas Hasanuddin dalam rangka Dies Natalis Unhas ke-63 tahun yang juga dihadiri sejumlah kepala daerah di Sulsel diantaranya Bupati Wajo Dr Amran Mahmud, dan Bupati Pinrang A Irwan Hamid serta Bupati tuan rumah Dr. Fahsar M Padjalangi.

Baca Juga  Kronologi, Atika Ditemukan Membusuk dalam Posisi Melahirkan di Kamar Kost Pancoran

“Persoalan stunting harus ditanggapi secara serius oleh semua daerah, saya minta kepala daerah untuk mengintervensi langsung dengan anggaran. Kita harus intervensi agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat,” Jelas Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah.

Kabupaten Takalar masuk dalam 1 dari 10  kabupaten di Sulawesi Selatan yang masuk dalam kategori stunting. Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen untuk menangani stunting dengan menggandeng Universitas Hasanuddin.

Hal itu diungkapkan usai menandatangani pernyataan percepatan pencegahan stunting dihadapan Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah dan Rektor Unhas Prof. Dwia Ariestina Pulubuhu.

Baca Juga  Warga Berlarian di Takalar, Lahan SMA Dilalap Amukan Si Jago Merah

“Pemerintah kabupaten akan menindaklanjuti pernyataan pencegahan ini dengan menawarkan kepada pihak Universitas Hasanuddin untuk   Perjanjian kerjasama antara pemkab Takalar dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk penanganan stunting,” Tegas Bupati Takalar usai penandatanganan.

Selain itu, Bupati Takalar juga menegaskan akan  mengintervensi penganggaran sebagai langkah kongkret untuk percepatan penanganan stunting  melalui DAK dan APBD.

“Akan ada DAK dari pusat dan APBD, provinsi pun akan turun tangan InsyaAllah,” Pungkasnya.

Stunting adalah salah satu penyebab yang dikarenakan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sehingga mengakibatkan gangguan pada anak dan balita, gejala stunting biasa terlihat pada badan penderita (anak) lebih rendah atau pendek dari standar usia.

Komentar

Baca Juga