oleh

Motif Karyawan Telkomsel Bobol Data Denny Siregar karena Dendam Pernah Dibully

Minggu, 12 Jul 2020, 12: 59 am
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap FPH (26) atas tindak pidana illegal akses terhadap data pribadi Denny Siregar yang ada pada Database Telkomsel.

ZONATIMES.COM, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap FPH (26) atas tindak pidana illegal akses terhadap data pribadi Denny Siregar yang ada pada Database Telkomsel.

FPH ditangkap pada Sabtu (4/7/2020) pagi hari di Ruko GraPARI Rungkut, Surabaya. Selain itu kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa, masing-masing 1 unit, handphone, komputer dan Simcard.

FPH yang merupakan karyawan outsourcing di Grapari Rungkut Surabaya bertugas sebagai customer service sehingga memiliki akses terbatas atas data pribadi pelanggan dan device milik pelanggan.

Kasubdit l Ditsiber Bareskrim Polri Kombes Pol. Reinhard Hutagaol menjelaskan bahwa FPH melakukan hal tersebut tanpa melalui otorisasi artinya pihak yang berhak melakukan akses tersebut adalah pelanggan itu sendiri atau adanya permintaan dari atasan.

Baca Juga  2 Siswa SD di Makassar Diculik Lalu Ditukar dengan Beras

“FPH tanpa adanya otoritasi melakukan ilegal akses terhadap data DS,” jelas Reinhard.

Dari file yang berhasil dibuka, lanjut Reinhard tersangka mendapatkan 2 hal yaitu data tentang pelanggan dan data mengenai device pelanggan kemudian data tersebut difoto/dicapture.

Kemudian foto tersebut dikirimkan melalui direct message ke akun opposite6890 pada 4 Juli 2020 pukul 08.00 Wib, kemudian diposting oleh akun opposite6890 di media sosial Twitter dengan diketik ulang. Terhadap pemilik akun opposite6890 saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

Baca Juga  Bayi 4 Bulan Ini Meninggal Diperkosa Sepupu

“FPH melakukan perbuatannya atas dasar motif pribadi yaitu simpati dengan akun opposite6890 serta tidak menyukai DS karena pernah dibully oleh akun medsos pendukung DS,” terangnya.

Adapun pasal persangkaan yang diberikan kepada FPH yaitu Pasal 46 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 48 ayat (1), (2), dan (3) Jo Pasal 32 ayat (1), (2) dan (3) Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 50 Jo Pasal 22 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan/atau Pasal 362 KUHP dan/atau Pasal 95 A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Baca Juga  Petani di Bulukumba Tewas dengan Mata Tercungkil, Alat Vital Terpotong

“Ancaman pidana, paling lama 10 tahun penjara dan/atau denda paling banyak 10 Miliyar,” jelas Reinhard. (*)

Baca Juga