oleh

Kapolda Sultra Dicopot, PMII Kendari Nilai Kapolri Tidak Tegas, Cipayung Plus Tetap Demo

Gambar Gravatar-Nasional - 28 September 2019

ZONATIMES.COM, Kendari – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Kendari, bersuara terkait beredarnya Surat Telegram Nomor ST/ 2569 /IX/KEP/2019, Tanggal 27 September 2019.

Pasalnya, dalam poin ke lima, Kapolda Sultra diangkat dalam jabatan baru sebagai IRWIL III ITWASUM POLRI TTK.

Menurut Adryan Nur Alam selaku Ketua cabang PMII Kota Kendari menilai bahwa Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dinilai tidak tegas dalam mengambil sebuah keputusan.

“Sangat Jelas bahwa Kapolri tidak dapat mengambil sikap tegas, harusnya Kapolda lama dinon job atau bahkan di pecat begitupula dengan Kapolres Kendari karena lalai dalam pengamanan yang dilakukan saat insiden demonstrasi di DPRD Provinsi Sultra hingga menimbulkan korban jiwa 2 orang,” ujar Adryan, Jumat, 27 September 2019.

PC PMII Kota Kendari juga menegaskan akan turun melakukan demonstrasi bersama Cipayung Plus Kota Kendari maupun elemen mahasiswa yang lain untuk mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“Kami sudah membuat agenda gerakan hingga tuntutan kita dapat terpenuhi, karena ini hal yang sangat serius ini persoalan kemanusiaan, ini sudah tidak wajar, ini sudah tidak manusiawi,” kata dia.

PMII Kota Kendari menginginkan bahwa Kapolda yang baru harus segera menyelesaikan kasus ini sampai benar-benar diusut sampai tuntas.

“Kapolda yang baru juga harus segera menyelesaikan kasus terkait insiden ini, jika tidak dapat terselesaikan, sebaiknya Kapolda Baru mundur saja dari jabatannya,” tegasnya.

Sebelumnya, diketahui Insiden demonstrasi yang dilaksanakan di depan Kantor DPRD Provinsi  Sultra mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan salah satu dari korban tersebut merupakan Kader PMII Kota Kendari, sehingga PMII se Indonesia juga bereaksi dan melaksanakan aksi demonstrasi di daerah masing-masing.

Komentar

Baca Juga