oleh

Kemenkes Buka Layanan Aduan Rumah Sakit Rekayasa Pasien COVID-19

Selasa, 21 Jul 2020, 2: 08 am
Gambar ilustrasi Covid-19

ZONATIMES.COM, Jakarta – Marak isu rumah sakit merekayasa diagnosa hingga pasien dinyatakan positif Covid-19 alias virus Corona meski sebenarnya tidak terinfeksi Covid-19.

Menggapai hal tersebut, pihak Kementerian Kesehatan telah membuka pelayanan pengaduan atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Jika memang ada RS yang merekayasa pasien Covid-19, silahkan melakukan pengaduan melalui Halo Kemkes di 1500567, atau SMS ke 081281562620, atau melalui email kontak @kemkes.go.id,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, Senin (20/7/2020). Dikutip dari CNNIndonesia.

Format pengaduan yakni berisi kronologi kejadian, nama dan identitas pelapor, disertai alamat dan nama rumah sakit yang melakukan rekayasa pasien Covid-19.

Baca Juga  Mulai 13 Juli, Madrasah Gunakan Kurikulum Baru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab

Selain online, Kemenkes juga akan menerima layanan aduan secara tatap muka. Pelapor bisa langsung mendatangi Gedung Sujudi Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta dan menghubungi pojok informasi.

“Apabila menghendaki pertanyaan dan pengaduan secara tatap muka, bisa langsung datang ke Pojok Informasi di lobby Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan. Tentunya, perhatikan protokol kesehatan yang berlaku,” tuturnya lebih lanjut.

Pihaknya juga mengatakan bahwa saat ini tim pengaduan sudah mulai bekerja. Karenanya, masyarakat bisa langsung mengadukan rumah sakit yang diduga merekayasa diagnosa pasien.

Baca Juga  Musim Kemarau Panjang, Kementen Pastikan Produksi Pangan Stabil

“Tim pengaduan ini sedang bekerja dan saat ini sedang dalam monitoring untuk melakukan evaluasi,” pungkas Widyawati.

Diketahui bahwa sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan ada rumah sakit yang sengaja membuat pasien dinyatakan positif Covid-19 demi mendapat anggaran corona.

Said Abdullah langsung menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rapat kerja di DPR beberapa waktu lalu.

“Telisik punya telisik, kalau dinyatakan mati Covid-19 lebih besar. Ada yang sebut kalau orang kena Covid-19 masuk rumah sakit sampai meninggal anggaran Rp90 juta atau Rp45 juta. Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana,” kata Said.

Baca Juga  Presiden Jokowi Ancam Bakal Copot Menterinya di Tengah Jalan

Baca Juga