Tahun 2021, Imperial College London Temukan 4 Gejala Baru Covid-19

Gambar Gravatar
Sabtu, 13 Feb 2021, 7: 00 am-Nasional

ZONATIMES.COM,- Perguruan tinggi negeri riset di Inggris Imperial College London menemukan 4 gejala baru Covid-19.

Melansir Dailystar.co.uk, penemuan gejala baru Covid-19 didasarkan pada tes swab dan kuesioner yang dikumpulkan antara Juni 2020 hingga Januari 2021.

Hasil studi kampus yang beralamat di Exhibition Rd, South Kensington, London SW7 2BU, United Kingdom juga menemukan gejala Covid-19 bervariasi. Bergantung pada usia yang terinfeksi positif Covid-19.

Gejala sakit kepala lebih menonjol pada kalangan anak muda. Sementara untuk gejala panas dingin atau menggigil menjadi gejala Covid-19 yang umum untuk semua kalangan usia.

Sementara, kehilangan nafsu makan dan nyeri otot dirasakan oleh usia dewasa. Rentan usia antara 18-54 tahun, atau di atas 55 tahun.

Mereka yang terinfeksi Covid-19 berusia 17 atau lebih muda menunjukkan gejala seperti batuk terus-menerus. Gejala lainnya seperti suhu tinggi dan kehilangan nafsu makan.

Penelitian salah satu universitas negeri di London, Inggris itu juga menunjukkan setiap orang yang memiliki gejala tersebut dites, hanya 50% dari infeksi simptomatik yang benar-benar dapat diidentifikasi.

Para ahli telah menyatakan jika gejala baru ini diketahui lebih luas dan setiap orang yang mengalaminya menerima tes, 75% dari gejala infeksi akan ditemukan.

Melansir Viva.co.id, Direktur program React di Imperial, Profesor Paul Elliott mengatakan, temuan baru ini menunjukkan banyak orang dengan COVID-19 tidak akan dites. Hal itu membuat mereka tidak akan mengisolasi diri karena gejala mereka tidak sesuai dengan gejala yang terdapat dalam panduan kesehatan masyarakat untuk membantu mengidentifikasi orang yang terinfeksi.

Paul berharap, temuan tentang gejala baru Covid-19 menjadi informasi terbaru.

“Saya harap temuan kami tentang gejala yang paling informatif berarti bahwa program pengujian dapat memanfaatkan bukti paling mutakhir, membantu mengidentifikasi lebih banyak orang yang terinfeksi,” kata Paul.