oleh

Peneliti UMI Sebut Konsumsi Tahu Bisa Atasi Covid-19

Minggu, 19 Jul 2020, 1: 13 am
Peneliti dosen UMI, Dr. Ir. Andi Aladin.

ZONATIMES.COM, Makassar – Makin banyaknya pasien yang terpapar wabah pandemi Covid-19, menyebabkan banyak peneliti di seluruh dunia melakukan riset untuk menemukan pengobatan yang mujarab.

Tak terkecuali, Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang juga turut andil dalam melakukan riset melalui Pengabdian Dosen UMI dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DRPM RISTEK-BRIN 2020.

PKM yang diketuai oleh Dr. Ir. Andi Aladin, MT. (Dosen Teknik Kimia FTI UMI) dan Anggota yaitu Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si. (Dosen Ilmu Manajemen FEB UMI) serta Dr. Ir. Takdir Syarif, ST.,MT. (Dosen Teknik Kimia FTI UMI).

Ketiganya melakukan Pengabdian Dosen UMI dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemberdayaan Usaha Bisnis Tahu Dalam Mengatasi Covid-19”.

Dr. Andi Aladin menjelaskan Tahu adalah sumber yang baik dari berbagai mineral, seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, kalium. Vitamin pada tahu seperti vitamin D, A, B6, C, thiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat.

Baca Juga  Viral, Detik-detik Rumah Pengantin Roboh saat Berlangsung Akad Nikah

“Tahu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko kanker, anemia, osteoporosis, dan kadar kolesterol. Tahu merupakan sumber protein yang baik untuk membantu menjaga kesehatan jantung,” ungkapnya, dilihat di website UMI, Sabtu (18/7/2020).

Andi Aladin mengatakan saat ini (2020) dunia dilanda pandemic wabah virus corona asal Wuhan China yang dikenal dengan nama COVID-19, tidak terkecuali di Indonesia pun telah jadi korban. Belum ditemukan obat khusus VAKSIN anti covid-19, namun tidak berarti tidak ada obat secara umum. Rasulullah SAW bersabda bahwa “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

“Pada setiap diri manusia sesungguhnya telah dikarunia secara gratis oleh Allah SWT obat anti virus yang dikenal antibody,” kata Andi Aladin.

Setiap mahluk asing yang masuk ke dalam tubuh dan kemudian menganggu seperti Covid-19 tersebut, maka secara serta merta pula tubuh pun mengaktifikan antibody guna merintangi pergerakan dan pertumbuhan virus tersebut. Hanya saja antibody dapat diproduksi dan berfungsi efektif jika stamina tubuh dalam kondisi prima.

Baca Juga  Viral!! Video Penganiayaan Guru SD di Gowa, Mengundang Tanda Tanya Akan Dunia Pendidikan Ini

Kondisi tubuh yang prima dapat diciptakan dengan cara asupan vitamin dan makanan bergizi yang cukup dan berkeseimbangan. Salah satu gizi penting yang dimaksud adalah protein. Tahu (tofu) yang diolah dari bahan baku kedelai kaya dengan protein yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga stamina tubuh menjadi prima,” ujarnya.

Lebih lanjut Andi Aladin menyampaikan, di samping kandungan gizi protein dalam tahu, juga adanya kandungan minor tetapi urgen manfaatnya yaitu beberapa jenis mineral penting dan vitamin yang juga dibutuhkan tubuh dalam rangka menunjang stamina tubuh menjadi sehat dan prima.

Kandungan gizi, dan vitamin dalam tahu juga penting artinya dalam memperbaiki kualitas darah, baik sel darh merah maupun sel darah putih. Seperti disebutkan di atas bahwa kandungan mineral dalam tahu turut andil dalam pencegahan gejala anemia yaitu suatu kondisi kekurangan atau rusaknya sel darah merah atau hemoglobin.

Baca Juga  Pemilik Imbau Warga Tak Konsumsi Air di Kolam Susu Bontomarannu Gowa

Demikian juga kandungan gizi dan vitamin dalam tahu dapat meningkatkan kualitas sel darah putih. Untuk dimakulumi antibody diproduksi dalm sel darah putih. Sel darah putih mengemban tugas penting untuk melindungi tubuh melalui kerja antibody. Sel darah putih, atau dikenal dengan leukosit, adalah komponen darah dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi dan melindungi tubuh dari benda asing yang menganggu.

“Konsumsi tahu merupakan salah satu cara bijak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sel darah merah dan sel darah putih di dalam tubuh manusia, yang pada akhirnya stamina tubuh menjadi prima, serta prusik antibody dalam tubuh saat dibutuhkan menjadi maksmimal,” tutur Ketua Prodi Magister Teknik Kimia Periode 2009-2017 ini. (*/hms)

Baca Juga