oleh

Ratusan Nelayan Aksi Protes Tolak Proyek Makassar New Port

Kamis, 30 Jul 2020, 2: 44 am
Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan perempuan pesisir, nelayan tradisional dan aliansi selamatkan pesisir menggelar unjuk rasa di depan proyek Makassar New Port, Rabu (29/7/2020)

ZONATIMES.COM, Makassar – Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan perempuan pesisir, nelayan tradisional dan aliansi selamatkan pesisir menggelar unjuk rasa di depan proyek Makassar New Port, Rabu (29/7/2020)

Aksi tersebut merupakan salah satu bentuk protes yang dilakukan oleh nelayan yang terdampak oleh proyek reklamasi yang dilakukan oleh Pelindo IV.

Diketahui pembangunan pelabuhan Makassar New Port yang akan mereklamasi laut seluas 1.428 Ha, dibagi ke dalam paket A, B, C dan D sudah sejak lama direncanakan oleh Pemerintah dan sudah memiliki izin.

Baca Juga  Tersisa Lima Belas Persen PPDP Pastim Tuntaskan Singkronisaai Hasil Coklit

Pembangunan pelabuhan tersebut merupakan salah satu proyek strategi nasional. Pembangunan tersebut dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Salah satu nelayan, Andi mengatakan bahwa proyek Makassar New Port tersebut sama sekali tidak memberi keuntungan bagi nelayan yang ada di sekitarnya, justru hanya mengancam wilayah tangkap ikan atau penghasilan para nelayan.

“Aktivitas reklamasi Makassar new port  ini jika dilanjutkan hanya menimbulkan dampak buruk terhadap kondisi alam di wilayah tangkap nelayan diwilayah tallo,cambayya dan buloa yang merupakan wilayah pemukiman ratusan ribu warga yang mayoritas adalah nelayan,” tambah Ahmad, Koordinator ASP.

Baca Juga  Aklamasi DPRD, Ditetapkan 5 Peraturan Kota Makassar

Pihaknya juga mengatakan bahwa untuk kedepannya berbagai dampak bisa ditimbulkan seperti abrasi wilayah pesisir Pantai Galesong dan Sanrobone, berkurangnya penghasilan nelayan karena kekeruhan air laut meningkat, serta terancamnya kehidupan terumbu karang.

Sebelumnya aksi unjuk rasa protes terkait penolakan reklamasi pembangunan pelabuhan Makassar New Port seperti saat ini telah beberapa kali dilakukan oleh warga nelayan. (*)

Baca Juga