oleh

Fly Over Makassar Ditutup, Ini Alasannya

Gambar Gravatar-Regional - 10 Oktober 2019

ZONATIMES.COM, Makassar – Jalur Flyover akan ditutup selama proses pengerjaan jembatan layang yang berada tepat diatas Fly Over.

Dilansir dari laman CELEBESMEDIA.ID/Ariani Kamis 10 Oktober 2019

Rencana penutupan jalur Fly Over Makassar karena pembangunan proyek Tol Layang diprediksi bakal menyendat lalu lintas di titik pertemuan arus kendaraan arah Jl Urip Sumoharjo dan Jl A.P Pettarani.

Adanya alat yang akan dipasang sebagai penyangga jembatan pastinya alat tersebut berukuran besar dan menggunakan alat berat untuk memasangnya.

Baca Juga  Peduli Korban Kebakakaran, KOPER Salurkan Bantuan

Deputi Manager Proyek PT Wika Beton, Emmy Yanuar pun menyebut jika penutupan Fly Over dilakukan untuk pemasangan box girder yang merupakan pekerjaan cukup berbahaya sehingga harus betul-betul aman terhadap masyarakat dalam pelaksanaannya.

“Box girder itu adalah penyangga pada sebuah jembatan yang ukurannya sudah pasti besar. Jadi pemasangannya harus hati-hati karena memang sebuah pekerjaan yang cukup berbahaya apalagi banyak menggunakan alat berat,” katanya, Rabu kemarin 9 Oktober 2019.

Adapun jadwal mulainya ditutup jalur Fly Over Makassar selama beberapa hari kedepan.

Penutupan ini rencananya berlangsung selama tujuh hari kerja, terhitung sejak Kamis (10/10/2019) besok. Dimana, lanjut Emmy, pengangkatan badan jalan tepat di atas Fly Over sudah dilakukan.

Alasan ditutupnya jalur Fly Over dikarenakan sangat beresiko tinggi untuk masyarakat yang akan berlalu lalang di jalur tersebut.

Baca Juga  Tradisi Appalili di Gowa, Bupati Adnan Minta Dipertahankan 

“Jadi alasannya ditutup karena memang pengerjaannya sudah pas di atas fly Over dan kalau tidak ditutup akan sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintas di bawah pengerjaan jembatan,” terangnya.

Namun, Emmy menambahkan jika telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas selama penutupan Fly Over. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi penutupan Fly Over tersebut bersifat sementara.

“Tidak hanya itu, petugas juga akan melakukan opsi rekayasa lalu lintas lainnya jika terjadi kemacetan cukup parah dari rekayasa lalu lintas pertama yang direncanakan,” pungkasnya.

Komentar

Baca Juga