oleh

Sapi Milik Warga Selayar Ditembak Oknum Polisi, Ketum HPMKS Minta Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Senin, 17 Agu 2020, 11: 25 pm
Sapi ternak milik warga yang ditembaki oknum Polisi di Pulau Jampea

ZONATIMES.COM, Selayar – Oknum anggota Kepolisian Polsek Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar diduga melakukan penembakan terhadap sapi ternak milik warga di Pulau Jampea, Minggu (16/8/2020).

Kendati demikian, Ketua DPP HPMKS Wawan, menilai tindakan hal tersebut tidak pantas dan brutal, ditambah lagi melabrak Perda dan Peraturan Desa.

“Penembakan sapi milik warga Desa Kembang Ragi adalah perbuatan kejam dan tidak pantas, kita bisa melihat bagaimana Perdes Desa Kembang Ragi, begitu juga Perda Kabupaten,” ujar Wawan, Senin (17/8/2020).

Baca Juga  Buntut Kasus Oknum Kadis di Jeneponto, Sempat Diperiksa Kepolisian dan Terancam Pemecatan Jika Terbukti

“Seekor sapi itu punya pemilik pak. Kalau aparat kepolisian sudah berani menembaki ternak, berarti bukan hal yang sulit untuk menembaki masyarakat tanpa sebab,” jelas Wawan tambahnya.

Menurut Wawan, penembakan sapi tersebut tidak memiliki aturan, ditegaskan bahwa warga Jampea memiliki prinsip kekeluargaan.

“Di Jampea kita masih punya prinsip kekeluargaan, jangan asal tembak, sekalipun itu seorang polisi. Saya mau bilang aturan dari mana yang ketika seorang Polisi mendapati ternak warga lalu serta merta melakukan penembakan,” tegasnya.

Baca Juga  Korban Covid-19 Warga Jalan Rajawali 3, Diketahui Positif Setalah Meninggal

Atas kejadian tersebut, Wawan meminta oknum polisi penembak sapi itu diproses secara hukum, kalau perlu kata dia dicopot dari jabatannya.

Wawan menjelaskan bahwa proses penanganan ternak liar harus dimulai dari pemerintah Desa. Hal tersebut melihat dari peraturan desa.

“Penertiban ternak liar memang seharusnya menjadi tanggung jawab Kepala Desa, itu saya lihat dalam peraturan Desa ketikan Hewan tersebut memasuki tempat umum seperti jalan raya, lapangan dan Halaman sekolah,” jelas Wawan.

Di point lain, lanjut Wawan dijelaskan bahwa apabila hewan ternak memasuki lokasi persawahan warga maka akan diberikan sanksi untuk mengganti rugi kerugian pemilik sawah, itupun harus dilihat dari kondisi pagarnya.

Baca Juga  Kebakaran di TPA Antang, Damkar Kesulitan Padamkan Api yang Semakin Menjalar

“Jadi tidak ada jalan penanganan dalam hal ini untuk melakukan penembakan, karena itu tupoksi Pemerintah Daerah, nanti kepala desa yang melakukan penunjukan,” pungkasnya.

Baca Juga