Hendak Datangi Air Terjun Jeneberang, 24 Orang Terjebak di Sungai Berhasil Dievakuasi

Gambar Gravatar
Senin, 01 Jun 2020, 10: 29 pm-Peristiwa

ZONATIMES.COM, Gowa – Sebanyak 24 warga Kota Makassar yang dilaporkan terjebak di aliran sungai Jeneberang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa berhasil dievakuasi.

Diketahui rombongan yang didominasi para remaja itu hendak ke mendatangi air terjun Jeneberang atau biasa di sebut air terjun Baraya. Namun diperjalanan mereka terjebak karena besarnya luapan air sungai.

Pengevakuasian 24 warga Kota Makassar itu dilakukan oleh personel Polsek Tinggimoncong dipimpin Kanit Intelkam IPDA Sulaiman Tahir dan Aiptu H Abd Latif. Hal itu dari laporan Bhabinkamtibmas Parigi Briptu Ardi.

Kanit Intelkam Aiptu H Abd Latif menjelaskan, pada Minggu (31/5/2020), bertempat di jembatan Merah Daraha desa Majannang kecamatan Parigi, ditemukan beberapa kendaraan motor yang terparkir dan pengendaranya tidak berada di tempat.

“Berdasarkan keterangan salah satu teman dari rombongan yang tidak sempat memasuki air terjun tersebut, Rahmat menginformasi semua pengendara tersebut mendatangi air terjun Jeneberang atau biasa di sebut air terjun Baraya,” kata Aiptu H Abd Latif, Senin (1/6/2020).

“Sekitar pukul 13.00 WITA seluruh teman-temannya berjumlah 24 orang menuju air terjun tersebut yang berada di aliran sungai Jeneberang,” jelasnya.

Akses untuk menuju air terjun tersebut harus melewati jalur sungai yang menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam (90 menit).

Hingga pukul 18.00 wita seluruh pengunjung yang masuk ke air terjun belum kembali sedangkan kondisi aliran air sungai Jeneberang sedang meluap,” kata IPDA Sulaiman.

Dari 24 warga itu, personil polsek Tinggimoncong berhasil menemukan seluruh masyarakat yang hendak ke air terjun Barayya dengan selamat di bantaran sungai Jeneberang Desa Manimbahoi.

Dengan kerja sama dan kekompakan seluruh personil polsek Tinggimoncong berhasil menemukan seluruh masyarakat yang hendak ke air terjun Barayya dengan selamat di bantaran sungai jeneberang Desa Manimbahoi.

“Menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak mengunjungi air terjun barayya saat cuaca yang tidak memungkinkan seperti ini karena hujan sewaktu-waktu dapat turun yang mengakibatkan sungai Jeneberang meluap,” tutur H Abd Latif