oleh

Munculnya Crosshijaber, Berikut Penyebabnya Menurut Psikolog

Gambar Gravatar-Peristiwa - 15 Oktober 2019

ZONATIMES.COM – Hadirnya crosshijaber jadi fenomena yang meresahkan di Indonesia.

Dilansir dari laman media Wolipop/Gresnia Arela Febriani Selasa 14 Oktober 2019.

Fenomena crosshijaber ditemukan di media sosial, di mana sekelompok pria menggunakan hijab syar’i lengkap dengan cadar. Dari postingan sejumlah crosshijaber di media sosial ditemukan bahwa mereka berani masuk ke dalam masjid hingga toilet wanita.

Adapun pendapat seorang psikolog mengenai crosshijaber yang lagi diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia khususnya para pengguna media sosial.

Menurut psikolog Angesty Putri, fenomena crosshijaber ini mengejutkan karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Ada berbagai penyebab yang membuat crosshijaber ini tiba-tiba muncul ke permukaan, bisa karena gangguan seksual, sebuah bentuk ekspresi atau hanya ingin terkenal

Baca Juga  Kemarau 2019, Produksi Garam Satu Dusun di Takalar Capai 40 Ton

“Bisa karena dia ingin diterima di kelompok tertentu atau orang-orang yang memang nyaman memakai baju yang berlawanan dari jenis kelaminnya. Kalau sudah begitu berarti ada nuansa psikologis yang cukup dalam, dia butuh stimulus yang berlawanan dari yang semestinya, di psikologi namanya disfungsi atau gangguan seksual, di mana seseorang mengalami ketertarikan memakai benda-benda dari lawan jenis atau kita sebutnya transvestisme,” ujar Angesty Putri, M. Psi, Psikolog, CPC, saat dihubungi oleh pihak media Wolipop, kemarin Senin 14 Oktober 2019

Baca Juga  Kapolsek Bongkar Kasus Eksploitasi Anak di Kota Medan

Menurut Angesty, fenomena crosshijaber yang ada di Indonesia itu belum diketahui pasti apa motifnya karena memang harus dlihat dan diteliti lebih dalam. Angesty juga menyebut, hadirnya crosshijaber bisa juga karena penyamaran, di mana pria ingin memanfaatkan situasi dengan memakai pakaian seperti wanita atau bahkan ingin terkenal di media sosial.

“Motif ini dari sudut pandang piskologis harus dilihat dulu, ada juga yang biar terkenal, biar ramai di media sosial. Ini cara dia ingin punya prestasi tapi caranya yang salah,” ungkap Angesty.

Baca Juga  Berkah, Korban Bencana di Takalar Terima Bantuan dari Legislator Sulsel

Penyebab lainnya yang diungkap psikolog Angesty, bisa juga karena trauma di masa kecil. Angesty menjelaskan bisa jadi ketika kecil pernah ditolak wanita, jadi sampai sekarang tidak berani mendekati wanita sehingga pakai cara-cara yang tidak wajar.

Apapun motifnya, Angesty mengatakan bahwa seseorang yang bergaya seperti lawan jenisnya sudah pasti memiliki kondisi psikologis tertentu. “Orang yang sampai melakukan hal ini, dia punya keberanian melanggar norma umum di masyarakat, artinya dia punya kondisi psikologis tertentu,” pungkasnya.

Komentar

Baca Juga