oleh

Tabrakan Maut Bus Mira vs Innova Videonya Tersebar, Berikut Fakta-faktanya

Gambar Gravatar-Peristiwa - 10 September 2019

ZONATIMES.COM, Jawa Timur – Fakta-fakta terbaru kecelakaan maut minibus mobil Innova dan bus Mira, di Jalan Nganjuk Madiun, Jawa Timur, Senin (09/09/ 2019).

Dari kecelakaan tersebut mengakibatkan 3 penumpang mobil Innova meninggal dunia, 1 orangnya luka parah.

Penumpang mobil warna silver itu, sebelum terjadi kecelakaan maut, sempat membuat video di dalam mobil saat perjalanannya. Hingga videonya tersebar luas ke media sosial.

Beberapa fakta-fakta dari kecelakaan mau tersebut.

1. Identitas korban mobil Innova dan bus Mira

Sopir mobil Innova bernama Panji Whisnu Kusuma (21) yang masih berstatus mahasiswa, asal Kelurahan Cokromenggakan, Kecamatan ponorogo, Kabupaten Ponoroggo, ke 3 penumpangnya bernama, Rizki Viko Abdilah, Amalia Hestin Nugraheni dan Tohir Rohjana. Sementara sopir bus Mira bernama Tri Sumaryanto (53) warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

2. Kondisi korban kecelakaan

Dari kecelakaan itu, polisi mengungkapkan, 4 orang korban di mobil Innova, 3 tewas 1 luka-luka, Panji Whisnu Kusuma (21) yang meninggal, Rizki Viko Abdilah meninggal, Amalia Hestin Nugraheni meninggal. 1 korban luka-luka atas nama Tohir Rohjana yang masih mendalami perawatan di rumah sakit. Sementara sopir bus Mira juga luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saat ini para korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit, tentu nanti setelah kondisi memungkinkan akan segera kami minta keterangan terkait kejadian kecelakaan tersebut,” kata Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Regy Renata, dilansir kompascom Selasa 10 September 2019.

3. Polisi analisa korban kecelakaan

Kondisi korban diduga sebelum terjadi kecelakaan maut telah mengkonsumsi minuman beralkohol, sebab korban tercium berbau alkohol.

“Jadi memang tercium bau alkohol,” kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Nganjuk, Ipda Gino dilansir merdekacom

Korban yang selamat juga merupakan buronan Polres Ponorogo dalam kasus pengedar pil double L. Hal ini diakui Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanya Wiranta.

Komentar

Baca Juga