oleh

Warga Baturapa Protes Nilai Pemerintah Tak Peduli, Lurah Borongrappoa Tanggapi

Selasa, 19 Mei 2020, 10: 11 pm
Aksi protes warga dusun Baturapa, kelurahan Borongrappoa, kecamatan Kindang, kabupaten Bulukumba yang berujung tutup jalan.

ZONATIMES.COM,  Bulukumba – Warga dusun Baturapa, kelurahan Borongrappoa, kecamatan Kindang, kabupaten Bulukumba kecewa terhadap pemerintah kelurahan, akibatnya warga menutup full jalan poros Kindang.

Kekecewaannya itu disampaikan lewat aksi demonstrasi dan penutupan jalan, Senin (19/5/2020) karena pemerintah kelurahan Borongrappoa dinilai kurang perhatian terhadap warganya.

“Kami terpaksa menutup full jalanan sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah setempat dalam hal ini lurah Borongrappoa, hal ini dikarenakan kurangnya perhatian kepada masyarakat,” ujar Irka salah satu warga setempat saat dihubungi, Senin (19/5/2020).

Menurutnya, pemerintah setempat harus lebih perhatian kepada warga, mengingat kata dia di dusun Bontomanai telah ada warga yang terpapar wabah Covid-19 sejak pada tanggal 1 Mei 2020.

“Semenjak penyampain kasus pertama di dusun Bontomanai seakan pemerintah setempat kurang memperhatiakn warganya hal ini dilihat dari kurangnya sosialisasi, himbauan dan edukasi mengenai bahaya atau cara penanggulangan Covid-19,” ungkap Irka

“Samapai hari ini kasus positif di dusun Bontomanai mencapai 6 orang yang 4 diantarannya merupakan kasus local transmission, pada hal dusun Bontomanai sering dilewati oleh Lurah Borongrappoa ketika berangkat ke kantornya,” lanjutnya.

Baca Juga  Ngaku Tak Sakit, Jemaah Umrah Status ODP di Sidrap Ngamuk

Melihat sebaran Covid-19 di kabupaten Bulukumba, lanjut Irka, samapai hari ini mencapai 10 kasus positif dimana kecamatan Kindang menempati posisi terparah dengan 7 kasus positif dan telah terjadi local transmission seharusnya mendapat perhatian lebih oleh pemerintah.

“Sejak adanya kasus pertama di dusun Bontomanai hanya satu kali dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil water canon kepolisian, kemudian diperketatnya penjagaan perbatasan akses masuk dusun Bontomanai berimbas berkurangnya penjual bahan pokok makanan yang masuk ke daerah kami,” jelasnya.

Selain itu kata dia, tidak meratanya pembagian bantuan seperti sembako, masker, obat-obatan maupun disinfektan keseluruh masyarakat Dususn Bontomanai.

Tanggapan Lurah Borongrappoa

Menanggapi aksi tuntutan demonstrasi tidak peduli itu, Lurah Borongrappoa, H. Lukman saat dihubungi, ia mengatakan bahwa hal itu hanya sebagai tanggapan warga tidak peduli.

“Saya pemerintah setempat, saya hampir setiap hari ada di sana mengurus beliau, mereka, itu hanya tanggapan-tanggapan saja itu. Ketika ada bantuan, saya ikut menyalurkan, saya ikut menyampaikan, ada masalah saya juga ikut,” ujar Lukman saat dihubungi, Selasa (19/5/2020).

Menurut Lukman aksi demonstrasi warga setempat itu, mereka menuntut pemerintah kabupaten Bulukumba untuk memperjelas status daerahnya di tengah kondisi mewabahnya Covid-19.

Baca Juga  TP PKK Makassar Demo Masak Ikan di Peringakatan Hari Ikan Nasional

“Tadi saya sama-sama ada di sana (lokasi aksi), tuntutannya itu mengingkan pak bupati hadir, untuk menyampaikan tuntutannya, memperjelas status Baturapa ini, Lockdwon atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” jelasnya.

“Dan yang menuntukan kebijakan di suatu wilayah itu kan bupati, makanya mereka menuntut pak bupati untuk datang,” sambung dia.

Terkait itu, Lukman mengaku telah menyampaikan tuntutan itu kepada pemerintah, kecematan, pihak anggota DPRD, TNI-Polri, serta pemerintah kabupaten dalam hal ini bupati Bulukumba.

“Saya sudah mengkonfirmasi tadi, baik anggota dewan, TNI-Polri, camat, bahkan saya hubungi langsung bupati Bulukumba dan asistennya namun beliau tidak angkat,” jelas Lukman.

Selain itu, Lukman juga menjelaskan sangkaan warga terkait dengan sembako yang tidak merata pembagiannya yang dilakukan oleh pihaknya di dusun Baturapa.

“Sangkaan bantuan tidak merata, disampaikan kepada saya, bahwa saya tidak adil membagi, bagaimana mau adil membagi pak, kalau misalnya, warga Baturapa itu 199 KK, sedangkan bantuan yang hanya datang, pertama 14, kedua 25 itu dari dinasos. Kemudian dari bupati langsung diserahkan 42 secara simbolis. Dan pertanyaan saya, apakah saya yang tidak adil atau bantuannya yang kurang,” jelas lagi Lukman.

Baca Juga  Si Jago Merah Hanguskan 21 Rumah Warga di Aspol Tello Makassar

“Dan semua ini saya sudah sampaikan kepada pemerintah kebupaten bahwa masyarakat saya sangat-sangat kekurangan pangan. Untung ada bantuan masuk juga dari luar masyarakat, seperti pemuda Kahayya, Kindang, sembako 100 paket, Muhammadiyah 40 paket, Baznas 30 paket, dan kemarin anggota dewan provinsi 149 paket,” sebut sambung Lukman.

Dan juga disinggung terkait sosialisasi yang dinilai warga kurang, seperti, himbauan dan edukasi mengenai bahaya atau cara penanggulangan Covid-19. Lukman mengaku pihaknya telah melakukan itu lewat rumah-rumah warga, tapi kata dia lebih bagus lagi kalau dihimbau lewat radio.

Ia juga mengaku akan membuatkan tempat penjualan kebutuhan pangan di dusun Baturapa yang telah dipercayakan kepada salah satu warga untuk menangani, agar warga setempat tidak lagi kesusahan mencari kebutuhan pokok sehari-harinya.

“Saya sudah berikan rekomendasi kepada warga, padahal saya sudah lama cari orang bersedia untuk itu, karena jarang ada orang yang mau, dan besok Insyaallah sudah bergerak,” tutupnya.

Baca Juga