Ganjar Pranowo Tidak Diundang Puan Rapat Kordinasi, Imbas Ambisi Nyapres 2024?

Gambar Gravatar
Senin, 24 Mei 2021, 6: 57 pm-Politik

ZONATIMES.COM – Ganjar Pranowo merupakan kader PDI-P yang namanya cukup mentereng. Namun, sejumlah pihak menilai karier politik Gubernur Jawa Tengah di partai moncong putih berada di ujung tanduk.

Pasalnya, munculnya gesekan yang terjadi antara putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dengan Ganjar Pranowo.

Indikasi memanasnya hubungan Puan dan Ganjar terungkap dari tidak diundangnya Ganjar dalam acara koordinasi partai untuk seluruh kader PDI-P beserta kepala daerah di Jawa Tengah. Acara tersebut diprakarsai dan dipimpin oleh Puan.

Atas peristiwa tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Jakarta, Nyarwi Ahmad menilai karier politik di PDI Perjuangan Ganjar bisa saja berada di ujung tanduk.

“Bukan tidak mungkin, nasib Ganjar Pranowo untuk dapat memaksimalkan karier politiknya melalui PDI Perjuangan sudah di ujung tanduk,” kata Ahmad seperti dikutip Antara, Senin (24/5/2021).

Ganjar Pranowo pada Bursa Capres 2024

Ahmad menilai, hal tersebut berdasarkan perspektif pemasaran politik yang ia cermati untuk mengartikan polemik tak diundangnya Ganjar. Ia mengawalinya dari data survei IPS awal April 2021, di mana dari 30 nama calon presiden, elektabilitas Ganjar menunjukkan 14,4 persen respoden dan berada di urutan nomor dua setelah Prabowo Subianto (25,4 persen).

Pada bursa calon wakil presiden, Ganjar juga lagi-lagi masuk, dengan urutan nomor tiga yaitu 8,3 persen setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (12,8 persen).

Namun, potensi elektabilitas Ganjar tersebut tidak akan bermakna, apabila tidak mendapatkan dukungan dari internal PDI-P.

Menurut Ahmad, meski memiliki tingkat elektabilitas yang cukup tinggi, Ganjar berpotensi kehilangan kans mendapatkan tiket dari PDI-P dalam Pilpres 2024.

“Sebagaimana yang dipotret sejumlah lembaga survei, termasuk IPS, Ganjar selama beberapa bulan terakhir makin populer dan tingkat elektabilitasnya juga cukup tinggi melampaui deretan publik figur dan para tokoh pimpinan partai, termasuk Puan Maharani sendiri,” terangnya.

Ahmad juga melihat hal menarik lainnya bahwa semakin mendekati 2024, dinamika internal PDI-P terkait bursa calon presiden dan wakil presiden semakin hangat dan memanas.

Ahmad berpendapat PDI-P tampak semakin terbuka untuk mengingatkan para kadernya, terkhusus mereka yang menjadi tokoh publik dan memiliki elektabilitas tinggi agar tidak berlebihan atau offside. “Kritik yang disampaikan Bambang Wuryanto ke Ganjar Pranowo mengindikasikan hal itu,” ujarnya.