oleh

Tegas, Pemuda Tolak Politik Uang di Pilkades Anrihua Bulukumba

Gambar Gravatar-Politik - 1 Maret 2020
Foto Asrum Wijaya Ketua Karang Taruna Anrihua Bulukumba

ZONATIMES.COM, Bulukumba – Sisa menghitung hari, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bulukumba, Sulsel akan segera dilaksanakan pada tanggal 5 maret 2020 secara serentak 64 Desa.

Terkhusus di Desa Anrihua Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba tercatat ada 5 Calon yang akan bertarung memperebutkan kursi kepala desa.
1. Ramli Lampe (incumbent)
2. Iriani (akrab Disapa IBU)
3. Ismail (Ayana)
4. A.Hamka Penne’ (Kr. Engke’)
5. Ahmad Sala (Hamma’)

Ketua Karang Taruna Desa Anrihua, Arsum Wijaya mengatakan bahwa, kelima calon itu adalah putra dan putri terbaik Desa Anrihua. Namun untuk menduduki kursi kepala desa tentunya mampu memenangkan hati masyarakat.

Baca Juga  Reses, Legislator PAN Arifin Bando Pastikan Pertanian di Sulsel Maju

Sebagai pemuda desa Anrihua, Arsum berhapa kepada semua kandidat kepala desa yang nantinya terpilih dan diamanahkan oleh masyarakat jadi kepala desa Anrihua mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Mewakili Pemuda, kami berharap yang terpilih nantinya lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat khususnya kebutuhan Pemuda di Desa Anrihua,” tutur Accung sapaanya ke zonatimes.com, Minggu, 1 Maret 2020.

Menurutnya, peran pemuda dalam pesta demokrasi kali ini sangatlah penting. Sebagai generasi pelanjut dari orang tua untuk membangun Desa Anrihua. Tentunya dari mulai sekarang harus belajar berpolitik santun dan damai. Dan yang tak kalah lebih penting adalah pemuda harus berperan aktif mencegah tindakan Money politik.

Baca Juga  Imam Nahrawi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, PB PMII Serukan Aksi Serentak

“Saya berharap teman-teman pemuda harus berani menolak dengan keras, dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika sekiranya ada calon yg meminta dukungan dengan memberikan imbalan uang. Karena itu sudah jelas menyalahi aturan dan melenceng dari norma Agama,” kata Alumni Ponpes DDI Mattoanging Bantaeng itu.

“Perbedaan Pilihan dalam demokrasi itu sudah sunnatullah, Mari bijak dalam menyikapi hal tersebut karena perbedaan Adalah Rahmat dari Tuhan. Apalagi dalam satu desa tidak adaji orang lain, para-para kita’ji,” tutupnya.

Baca Juga