4 Investasi Ini Cocok untuk Persiapan Pendidikan Anak, Dijamin Cuan

Gambar Gravatar
Sabtu, 03 Apr 2021, 12: 26 pm-read

ZONATIMES.COM – Pendidikan menjadi hal terpenting untuk hidup yang lebih baik. Dimana pendidikan termasuk salah satu jalan untuk bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Setiap orangtua tentunya mengaharapkan anak-anaknya bisa mengeyam pendidikan yang baik. Tapi, biaya pendidikan setiap tahunnya semakin naik.

Maka tentu saja perlu dana pendidikan yang besar pula. Orangtua perlu menyiapkan dana pendidikan ini jauh-jauh hari. Hal yang demikian agar tidak pusing tujuh keliling saat anak masuk sekolah atau perguruan tinggi.

Salah satu cara untuk mempersiapkan dana pendidikan adalah dengan investasi. Akan tetapi, jangan salah dalam memilih investasi. Harap-harap bisa untung, malah buntung.

Maka berikut zonatimes.com berbagai tips investasi yang dijamin bisa cuan. Tips sebagaimana dilansir dari Cermati.com.

4 Investasi untuk Persiapan Pendidikan Anak

Properti

Instrumen investasi yang bisa Anda coba untuk mengumpulkan dana pendidikan adalah properti. Beli rumah, ruko, tanah, atau apartemen.

Memang sekarang eranya suku bunga rendah. Namun demikian, harga properti selalu punya peluang naik setiap tahun sebesar 10-15 persen per tahun. Bahkan bisa mencapai 20 persen per tahun.

Hampir sama, bahkan lebih tinggi dibanding kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata mencapai 10 persen per tahun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Katakanlah Anda membeli rumah seharga Rp 250 juta di tahun ini. Maka potensi kenaikan harga properti di tahun depan berkisar Rp 25 juta sampai Rp 50 juta.

Bayangkan jika 5 atau 10 tahun mendatang, maka harga jual properti naik berkali-kali lipat. Apalagi kalau kawasan rumah Anda dikepung pembangunan jalan raya, jalan tol, bandara, stasiun, harganya pasti semakin mahal.

Selain untuk aset di masa depan, investasi properti juga bisa mendatangkan pundi-pundi uang setiap bulan atau tahun. Menjadikannya aset aktif dengan cara disewakan. Misalnya rumah Anda dikontrakkan sebesar Rp 1 juta per bulan, maka saban tahun Anda mengantongi pendapatan pasti sebesar Rp 12 juta.

Meski sangat menjanjikan, tentu saja Anda juga harus menyiapkan modal besar untuk membeli properti. Anda dapat menyiasatinya dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Uang dari hasil sewa bisa digunakan untuk membayar cicilan KPR.

Deposito

Alternatif investasi dana pendidikan anak lainnya, yakni deposito. Produk simpanan perbankan ini setidaknya memberi imbal hasil yang lebih tinggi dibanding tabungan konvensional.

Umumnya tingkat bunga yang ditawarkan berkisar 4-7 persen per tahun. Sangat pas kalau Anda ingin mengunci uang untuk biaya pendidikan anak. Sebab simpanan Anda di deposito tidak bisa ditarik sesuka hati seperti tabungan. Ada tenornya, mulai dari 1 bulan sampai 36 bulan.

Jadi cocok bila Anda ingin menggunakan dana ini dalam 2-3 tahun mendatang. Setoran deposito minimal Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Semakin besar jumlah dana yang diinvestasikan, makin besar pula bunga atau keuntungan yang akan diperoleh.

Menaruh uang pada instrumen deposito risikonya sangat rendah. Itu karena simpanan Anda dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai maksimal Rp 2 miliar.

Saham

Investasi ini tergolong mendatangkan imbal hasil tinggi. Namun sebanding pula dengan tingkat risikonya. Kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan anak dalam jangka panjang lebih dari 5 tahun, beli saham dengan valuasi murah, kemudian simpan.

Jangan buru-buru menjual karena tergoda return belasan atau puluhan persen saja. Sebab, harga saham dapat berpotensi melejit. Keuntungannya tak main-main, bisa ribuan persen.

Jadi, begitu harga saham yang Anda pegang melesat, jual sebagian saham. Sebagian saham disiapkan untuk kenaikan harga berikutnya.

Emas

Ini sih investasi favorit emak-emak untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Adalah emas. Saat butuh uang buat bayar sekolah, biasanya emas digadai atau dijual. Selain gampang dicairkan atau dijual dan aman, emas memiliki nilai relatif stabil dibanding instrumen investasi lain.

Bahkan harganya cenderung meningkat setiap tahun. Kalaupun turun tidak signifikan seperti saham.

Bicara keuntungannya, return emas mencapai 10-12 persen per tahun. Apalagi kalau menyimpan emas dalam jangka panjang, keuntungan bakal lebih maksimal. Modal investasi emas saat ini juga terbilang receh. Contohnya investasi emas online, di mana hanya butuh modal mulai dari 100 perak saja.