Pemakaman dengan Protap COVID-19 di Macanda Gowa Tembus 203 Jenazah

Gambar Gravatar
Minggu, 31 Mei 2020, 6: 37 pm-read

ZONATIMES.COM, Gowa – Jenazah yang dimakamkan secara prosedur tetap (Protap) Covid-19 alias virus Corona di perkuburan Covid-19 milik Pemprov Sulsel telah mencapai angka 203 orang dengan rincian 121 laki laki dan 82 wanita.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP. M. Tambunan mengatakan bahwa dengan bertambahnya jumlah jenazah yang diduga terjangkit Covid-19 menunjukkan virus tersebut masih menjadi ancaman bagi semua, terkhusus warga Kabupaten Gowa.

Menurut Tambunan, data tersebut diterima dari perwira pengendali pengamanan IPDA. Muh Ali yang saat ini berada di lokasi pemakaman, di Jalan Teratai Indah Macanda kabupaten Gowa pada pagi ini Minggu (31/05/2020) pukul 09.19 WITA.

“Pandemi Covid-19 ini harus dijadikan sebagai “Warning” bagi seluruh lapisan masyarakat Sulsel terkhusus, warga kabupaten Gowa untuk segera diantisipasi penularannya secara bersama,” harap AKP. M. Tambunan.

PSBB di kabupaten Gowa telah resmi ditutup namun lanjut Tambunan, pos cek poin yang berada di jalan Sultan Hasanuddin dan Patung Badik yang berbatasan dengan Makassar hingga saat ini masih terus melakukan aktivitas dengan melakukan pencegahan.

“Polres Gowa akan terus berupaya memberi edukasi kepada masyarakat baik dengan melakukan himbauan maupun teguran. Hal ini sebagai wujud kepedulian Polres Gowa bagi warga,” tuturnya.

Pihak kepolisian Polres Gowa berharap kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang akan masuk maupun keluarga kabupaten Gowa tetap menggunakan masker agar penyebaran virus dapat diminimalisir.

Kapolres Gowa saat dikonfirmasi secara terpisah terkait bertambahnya jumlah jenazah di lokasi pemakaman di Macanda, ia berharap agar warga kompak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya sangat berharap kepada warga Gowa untuk bersama-sama mencegah penularan virus ini karena tanpa kesadaran dari kita semua maka mata rantai virus tak akan mampu kita putus dan akibatnya orang sekitar kita akan ikut menjadi korban dari virus ini,” tutur AKBP. Boy Samola.